Selasa, 13 November 2018

APAKAH HIKMAH DITURUNKANNYA SURAT AT-TAUBAH TANPA BASMALAH

Mufti: asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah

Pertanyaan:

"Apakah hikmah diturunkannya Surat at-Taubah tanpa basmalah?"

Jawaban:

"Ya, semua surat di dalam al-Qur'an datang di awalnya dengan
« بـسم الله الرحمـن الرحيـم‏ »
Kecuali Surat at-Taubah. Dan mereka (para ulama) telah menjawab masalah ini dengan dua jawaban:

1. Bahwasanya Surat at-Taubah adalah penyempurna Surat al-Anfal. Oleh karena itu tidak datang di bagian awalnya bacaan basmalah karena surat itu adalah penyempurna Surat al-Anfal

2. Bahwasanya Surat at-Taubah tidak datang sebelumnya dengan (bacaan) basmalah karena dia adalah surat yang disebutkan di dalamnya jihad, peperangan melawan kaum kafir, dan disebutkan di dalamnya ancaman terhadap kaum munafikin, penjelasan tentang aib-aib dan kehinaan mereka.

Sedangkan (pada) basmalah terkandung di dalamnya sifat rahmat Allah. Dan pada posisi yang disebut di dalamnya jihad dan sifat-sifat munafikin, ini bukanlah tempat rahmat. Bahkan ini adalah termasuk tempat peringatan keras dan ancaman. Oleh karena itu tidak disebutkan basmalah di awal surat tersebut.

Abu Abdillah Rahmat غفر الله له

Thuwailibul 'Ilmisy Syar'i (TwIS)

Muraja'ah: Al-Ustadz Kharisman hafizhahullah

Arabic

علم السلف قبل العمل :
⭕ مـا الحكـمة فـي نـزول سـورة
التـوبة بـدون البسـملة‏؟‏❓1

❒ لِلـشَـّيْخ العـلّامـة/
صـالِح بنُ فَـوْزَان الفَـوْزَان
       -حَـفِظَهُ الله-

❪✵❫ السُّـــ↶ــؤَال ُ:

مـا الحـكمة فـي نـزول سـورة التـوبة بـدون البسمـلة‏؟‏

❪✵❫ الجَــ↶ـــوَابُ :

◉ نعـم كـل سـورة مـن القـرآن تأتـي فـي بـدايتها ‏« بـسم الله الرحمـن الرحيـم‏ » إلا سـورة التـوبة ، وقـد أجابـوا عـن هـذا بجــوابين‏ :‏ 

❪①❫ الأول‏ :‏ أن سـورة التـوبة مـكملة لسـورة الأنـفال فلـذلك لـم تـأت فـي بدايتـها « ‏بـسم الله الرحـمن الرحـيم‏ » لأنهـا مـكملة لسـورة الأنفـال‏.‏ 

❪②❫ والقـول الـثاني‏ :‏ أن سـورة التـوبة لـم تـأت قـبلها البسـملة لأنـها سـورة ذكـر فيـها الجـهاد وقـتال الكـفار وذُكـر فيـها وعـيد المنـافقين وبيـان فضائحـهم ومـخازيهم،

❆ « و‏بسـم الله الرحـمن الرحـيم‏ » يؤتـى بـها للـرحمة وهـذا المـوطن فـيه ذكـر الجـهاد وذكـر صـفات المنافـقين ، وهـذا لـيس مـن مـواطن الرحـمة بـل هـو مـن مـواطن الوعيـد والتخـويف‏.‏

☜ فلـذلك لـم تذكـر « بـسم الله الرحـمن الرحـيم‏ » فـي بـدايتها‏.

❪❫ مــــن هنـــــا : ⇩

http://ar.islamway.net/fatwa/5281

❄❄❄❄❄
الإشتراك على
الفيس بوك
m.me/tawman505
أوعلى تليجرام
https://telegram.me/tawman505

Pacaran itu Berat, Kamu tidak Akan Kuat, Biar Aku  (Nikahi Kamu) Saja

Pacaran itu berat, ya memang berat, berat di dunia dan lebih-lebih di akhirat.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah mewanti-wanti para lelaki akan beratnya fitnahnya (godaan) wanita, beliau bersabda,

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ“

Artinya:
Tidaklah aku tinggalkan suatu fitnah yang lebih membahayakan bagi para lelaki sepeninggalku, selain fitnahnya (godaan) wanita.”
(HR. Bukhari dan  Muslim dari Shahabat Usamah ibn Zaid radhiallahu anhu).

Selain berat menahan fitnahnya (godaannya), orang yang berpacaran akan terasa berat tuk menahan diri dari sesuatu yang diharamkan syariat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

Artinya:
“Telah ditetapkan atas anak adam bagiannya dari berzina dan ini suatu yang mesti terjadi. Zinanya kedua mata adalah dengan memandang, zinanya kedua telinga adalah dengan mendengar, zinanya lisan adalah dengan berbicara, zinanya tangan adalah dengan meraba (menyentuh), zinanya kaki adalah dengan melangkah dan zinanya hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan, kemudian kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mendustakannya.”
(HR. Muslim dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu anhu).

Sudah jamak, bahwa semua jenis keharaman yang dimuat di dalam hadits di atas, biasanya menjadi amalan bagi orang yang berpacaran, padahal hanya berduaan saja tanpa melakukan apa-apa, sudah dilarang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sabdanya,

لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِى مَحْرَم

Artinya:
"Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahramnya.”
(HR. Bukhari dari shahabat Ibnu Abbas radhiallahu anhuma)

Masya Allah ternyata memang berat sekali pacaran itu, karena di dunia banyak pelanggaran syariat yang diterjang. Barang siapa yang melabrak larangan-larangan Allah dan Rasul-Nya, maka ancaman siksa neraka akan diterima.

Adapun di akhirat, pacaran itu berat karena resiko ancaman dosanya, ingin tahu beratnya kaya apa? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ أَهْوَنَ أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا مَنْ لَهُ نَعْلَانِ وَشِرَاكَانِ مِنْ نَارٍ يَغْلِي مِنْهُمَا دِمَاغُهُ كَمَا يَغْلِ الْمِرْجَلُ مَا يَرَى أَنَّ أَحَدًا أَشَدُّ مِنْهُ عَذَابًا وَإِنَّهُ لَأَهْوَنُهُمْ عَذَابًا

Artinya:
"Sesungguhnya penduduk neraka yg paling ringan siksanya adalah orang yang memiliki dua sandal dan dua tali sandal dari api neraka, dimana otaknya akan mendidih karena panasnya sandal tersebut sebagaimana kuali yang mendidih. Orang tersebut merasa bahwa tidak ada seorang pun yg siksanya lebih pedih dibanding dirinya, padahal siksanya adalah siksaan yang paling ringan di antara mereka (penduduk neraka).
(HR. Muslim dari shahabat Numan ibn Basyir radhiallahu anhuma).

Subhanallah.. itu yang paling ringannya, lalu gimana kira-kira yang lebih dari itu? Nas'alullaha salamah.

Lalu kalo pacaran itu berat, apa solusinya? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَمْ نَرَ لِلْمُتَحَابَّيْنِ مِثْلَ النِّكَاحِ

Artinya:
"Kami tidak pernah memandang (kebaikan) bagi dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan.”
(HR. Ibnu Majah no. 1920. Dishahihkan oleh Imam Al Albani).

Nikah. Benar, nikah. Ini lebih ringan ketimbang berpacaran, oleh karenanya pacaran itu berat, kamu tidak akan kuat, biar aku nikahi kamu saja.
➖➖➖
Wa Sedikit Faidah Saja (SFS)
➖➖➖
Arsip lama terkumpul di catatankajianku.blogspot.com
@SedikitFaidahSaja
✅✅ ✅✅ ✅✅

  Salafy Jambiiy 

⤴OIN Channel Telegram;
✈  bit.ly/Salafy_Jambiiy
Salafyjambiiy.salafymedia.com

#hatiku_berbisik

DIANTARA HIKMAH DAN ADAB WALIMAH PERNIKAHAN

WALIMAH, MERAJUT UKHUWWAH

Islam adalah agama yang merajut ukhuwah (persaudaraan). Agama Islam mendidik penganutnya untuk merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Hidangan walimah walaupun sederhana pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit, terlebih bagi orang yang tidak mampu.

Oleh karenanya, sangat dianjurkan bagi orang-orang yang memiliki kelapangan untuk membantu meringankan beban sahibul hajat apabila memang tidak mampu.

Hal ini seperti pada pernikahan Ali dengan Fathimah. Sa’ad menawarkan bantuannya, “Saya punya domba, bisa disembelih untuk hidangan walimah.” Orang Anshar yang lain juga ikut membantu Ali.

Demikian pula saat pernikahan Rasulullah dengan Shafiyah binti Huyai.

Saat tikar dari kulit dibentangkan di atas tanah, diumumkanlah, “Siapa yang memiliki kelebihan makanan, silakan bawa kemari.”

Tak lama setelah itu, orang-orang datang membawa keju, kurma dan minyak samin.”


WAKTU WALIMAH

Walimah tidak harus setelah akad nikah langsung. Disunnahkan mengadakan walimah tiga hari setelah akad nikah. Saat Rasulullah menikah dengan Shafiyah, walimah diadakan tiga hari setelah akad.
(HR. Abu Ya’la)

.
SIAPA SAJA YANG DIUNDANG?

Sekali lagi, jadikan walimah untuk merajut ukhuwah. Undanglah ORANG-ORANG SHALEH dalam jamuan walimah, TANPA MEMBEDAKAN YANG MISKIN ATAU KAYA.

Rasulullah pernah bersabda,

لاَ تُصَاحِبْ إِلاَّ مُؤْمِنًا، وَلاَ يَأْكُلْ طَعَامَكَ إِلاَّ تَقِيٌّ

“Jangan berteman kecuali dengan seorang mukmin. Jangan makan makananmu kecuali orang yang bertakwa.”
(HR. Abu Dawud  no. 4832 dan at-Tirmidzi no. 2395)

Hukumnya HARAM apabila orang-orang kaya saja yang diundang dalam walimah, dan meninggalkan orang-orang miskin.

Rasulullah bersabda,

شَرُّ الطَّعَامِ طَعَامُ الْوَلِيْمَةِ يُدْعَى لَهَا الْأَغْنِيَاءُ وَيمنعهَا الْمَسَاكِين

“Hidangan PALING BURUK adalah hidangan walimah yang di dalamnya hanya diundang orang-orang kaya dan orang-orang miskin terhalangi menikmatinya (tidak diundang).”
(HR. Muslim).

Dikutip dari :
http://buletin-alilmu.net/2016/10/28/walimah-sesuai-sunnah-serial-bimbingan-pernikahan-4/ || Channel Telegram SERIAKHLAQULKARIMAH
------------------------
Arsip Fawaid Ilmiyah:
https://telegram.me/fawaidsolo
------------------------

KEBENARAN TIDAK DIUKUR DENGAN JUMLAH

Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah berkata:

إذا كان الإسلام يعود كما بدأ، فما أجهل من استدل بكثرة الناس.

"Jika Islam akan kembali seperti semula (dianggap asing, sebagaimana diberitakan oleh Rasulullah), maka alangkah bodohnya orang yang berdalil bahwa kebenaran dinilai dengan banyaknya orang yang mengikuti."

Ad-Durarus Saniyyah, jilid 1 hlm. 41

Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/821559474351652864

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩http://telegram.me/ForumSalafy
http://t.me/SalafyPalembang
www.salafypalembang.com

Siapakah Khawarij itu ?