Rabu, 14 November 2018

Hukum Menjima'i Isteri Dengan Berkhayal Seakan Itu Adalah Wanita Lain (Demikian Pula Sebaliknya)


مسألة خطيرة
ينبغي التنبه لها
هي حكم من يجامع امرأته 
متخيلا امرأة أخرى أو العكس

يقول الإمام العلامة ابن الحاج المالكي - رحمه الله وغفر له - :

ﻭﻳﺘﻌﻴﻦ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﻥ ﻳﺘﺤﻔﻆ ﻓﻲ ﻧﻔﺴﻪ ﺑﺎﻟﻔﻌﻞ، ﻭﻓﻲ ﻏﻴﺮﻩ ﺑﺎﻟﻘﻮﻝ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ اﻟﺨﺼﻠﺔ اﻟﻘﺒﻴﺤﺔ اﻟﺘﻲ ﻋﻤﺖ ﺑﻬﺎ اﻟﺒﻠﻮﻯ ﻓﻲ اﻟﻐﺎﻟﺐ، ﻭﻫﻲ ﺃﻥ اﻟﺮﺟﻞ ﺇﺫا ﺭﺃﻯ اﻣﺮﺃﺓ ﺃﻋﺠﺒﺘﻪ، ﻭﺃﺗﻰ ﺃﻫﻠﻪ ﺟﻌﻞ ﺑﻴﻦ ﻋﻴﻨﻴﻪ ﺗﻠﻚ اﻟﻤﺮﺃﺓ اﻟﺘﻲ ﺭﺁﻫﺎ .
ﻭﻫﺬا ﻧﻮﻉ ﻣﻦ اﻟﺰﻧﺎ ﻟﻤﺎ ﻗﺎﻟﻪ ﻋﻠﻤﺎﺅﻧﺎ ﺭﺣﻤﺔ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻓﻴﻤﻦ ﺃﺧﺬ ﻛﻮﺯا ﻳﺸﺮﺏ ﻣﻨﻪ اﻟﻤﺎء ﻓﺼﻮﺭ ﺑﻴﻦ ﻋﻴﻨﻴﻪ ﺃﻧﻪ ﺧﻤﺮ ﻳﺸﺮﺑﻪ ﺃﻥ ﺫﻟﻚ اﻟﻤﺎء ﻳﺼﻴﺮ ﻋﻠﻴﻪ ﺣﺮاﻣﺎ، ﻭﻫﺬا ﻣﻤﺎ ﻋﻤﺖ ﺑﻪ اﻟﺒﻠﻮﻯ .
ﻭﻣﺎ ﺫﻛﺮ ﻻ ﻳﺨﺘﺺ ﺑﺎﻟﺮﺟﻞ ﻭﺣﺪﻩ ﺑﻞ اﻟﻤﺮﺃﺓ ﺩاﺧﻠﺔ ﻓﻴﻪ ﺑﻞ ﻫﻲ ﺃﺷﺪ؛ ﻷﻥ اﻟﻐﺎﻟﺐ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﻓﻲ ﻫﺬا اﻟﺰﻣﺎﻥ اﻟﺨﺮﻭﺝ ﺃﻭ اﻟﻨﻈﺮ ﻣﻦ اﻟﻄﺎﻕ ﻓﺈﺫا ﺭﺃﺕ ﻣﻦ ﻳﻌﺠﺒﻬﺎ ﺗﻌﻠﻖ ﺑﺨﺎﻃﺮﻫﺎ، ﻓﺈﺫا ﻛﺎﻧﺖ ﻋﻨﺪ اﻻﺟﺘﻤﺎﻉ ﺑﺰﻭﺟﻬﺎ ﺟﻌﻠﺖ ﺗﻠﻚ اﻟﺼﻮﺭﺓ اﻟﺘﻲ ﺭﺃﺗﻬﺎ ﺑﻴﻦ ﻋﻴﻨﻴﻬﺎ، ﻓﻴﻜﻮﻥ ﻛﻞ ﻭاﺣﺪ ﻣﻨﻬﻤﺎ ﻓﻲ ﻣﻌﻨﻰ اﻟﺰاﻧﻲ ﻧﺴﺄﻝ اﻟﻠﻪ اﻟﺴﻼﻣﺔ ﺑﻤﻨﻪ، ﻭﻻ ﻳﻘﺘﺼﺮ ﻋﻠﻰ اﺟﺘﻨﺎﺏ ﺫﻟﻚ ﻟﻴﺲ ﺇﻻ، ﺑﻞ ﻳﻨﺒﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﻫﻠﻪ ﻭﻏﻴﺮﻫﻢ، ﻭﻳﺨﺒﺮﻫﻢ ﺑﺄﻥ ﺫﻟﻚ ﺣﺮاﻡ ﻻ ﻳﺠﻮﺯ

المدخل ص【1-194】

Masalah Penting Yang Wajib Diperhatikan, Iaitu
Hukum Menjima'i Isteri Dengan Berkhayal Seakan Itu Adalah Wanita Lain (Demikian Pula Sebaliknya)

☝Imam al-Allamah Ibnul Haaj al-Malikiy berkata, “Dan wajib baginya untuk menjaga dirinya dengan perbuatan dan perkataan dari sifat jelek yang  menimpa banyak orang iaitu seorang lelaki jika melihat seorang wanita yang membuatnya kagum lalu dia gauli isterinya, dia jadikan wanita tadi seakan dihadapannya (berkhayal/berfantasi seakan dia menggauli wanita itu).

Dan yang demikian merupakan bentuk dari zina. Sebagaimana para ulama kita menjelaskan bahawa seseorang jika minum air putih dihadapannya namun dia berkhayal seakan itu adalah khamr, maka minuman itu haram baginya dan yang demikian terjadi pada banyak orang.

Dan hukum ini tidak hanya pada kaum lelaki saja, namun juga bagi kaum wanita bahkan pada mereka lebih dahsyat, kerana banyaknya wanita di zaman ini yang keluar rumah atau memandang keluar dari balik jendela, maka jika dia lihat lelaki yang dia kagumi, tergantung hatinya padanya lalu saat dia bergaul bersama suaminya dia jadikan wajah lelaki tadi seakan dihadapannya.

Maka masing-masing dari kedua-duanya (wanita ini dan lelaki di atas) dalam makna zina.

Kita memohon keselamatan dari Allah. Dan tidaklah cukup hanya dengan menjauhi perbuatan ini namun hendaklah dia juga peringatkan keluarganya dan selain mereka serta mengajarkan pada mereka semua bahawa perbuatan semacam itu haram dan tidak boleh.” (Al-Madkhol 1/194)

✍ Al-Ustadz Usamah Mahri حفظه الله

ll مجموعة طريق السلف ll
www.thoriqussalaf.com
http://telegram.me/thoriqussalaf

Masalah qoshor dalam safar

Seseorang kembali dari safar lalu mengqashar shalat antara albadai  & unaizah. Apakah qasharnya sah padahal ia termasuk penduduk Unaizah?

Fadhilatus Syaikh Al Utsaimin rahimahullah ta'ala

Jika seorang musafir kembali dari safarnya, maka ia boleh mengqashar shalatnya hingga ia masuk ke negerinya. Meskipun jarak antara dia & negerinya tinggal sepuluh meter. Dia boleh mengqashar shalatnya. Sebagaimana  jika dia keluar dari negerinya. Meskipun baru keluar sejauh sepuluh meter, ia boleh mengqashar shalatnya.

Sumber : Liqa Al Bab Al Maftuh (5)

السؤال:

شخص رجع من السفر، فقصر الصلاة بين البدائع وعنيزة، هل يصح قصره وهو من أهل عنيزة ؟

الجواب:

إذا رجع المسافر من سفره فله أن يقصر الصلاة حتى يدخل إلى البلد، حتى لو لم يبق بينه وبين بلده إلا عشرة أمتار، فإنه يقصر الصلاة، كما أنه إذا خرج من البلد، ولو خرج عشرة أمتار فإنه يقصر الصلاة. 

المصدر: سلسلة : لقاء الباب المفتوح [5]

◑◐◑◐◑◐◑◐◑◐◑◐◑◐◑◐

Alih bahasa Tim KITasatu

WA KITASATU________________
Join Channel Telegram:
http://bit.ly/KajianIslamTemanggung

Untuk faedah lain kunjungi:
www.Tashfiyah.com
www.Serambiharamain.com

Apakah dzikir sebelum tidur juga di anjurkan di saat tidur siang ?

Fadhilatus Syaikh Al Utsaimin rahimahullah ta'ala

Pertanyaan:

Apabila seseorang akan tidur di siang hari, apakah ia juga dianjurkan utk membaca dzikir (sebelum tidur) atau membatasi dzikir tersebut di malam hari saja?

Jawab:

Yang nampak bagi saya adalah dzikir- dzikir ketika tidur yang datang (dalam hadis) hanya berlaku ketika tidur malam. Namun tidak mengapa seseorang membacanya ketika tidur siang. Karena itu adalah dzikir & tidak ada nash (dalil yang jelas, pen) bahwa Rasul shallallahu alaihi hanya membacanya dalam tidur malam.

Sumber : Liqo Al Bab Al Maftuh (5).


السؤال:

هل إذا أراد الإنسان النوم في الظهر، هل له أن يقرأ الأذكار، أو يقتصر على أذكار في نوم الليل فقط؟

الجواب:

الذي يظهر لي أن أذكار النوم الواردة إنما هي في نوم الليل، لكن لا حرج على الإنسان أن يقولها في نوم النهار؛ لأنها أذكار، وليس هناك نص صريح في أن الرسول -صلى الله عليه وسلم- كان لا يقولها إلا في نوم الليل.

المصدر: لقاء الباب المفتوح [5]

◑◐◑◐◑◐◑◐◑◐◑◐◑◐◑◐

Alih bahasa Tim KITasatu

WA KITASATU________________
Join Channel Telegram:
http://bit.ly/KajianIslamTemanggung

Untuk faedah lain kunjungi:
www.Tashfiyah.com
www.Serambiharamain.com

mencabut bulu di kaki dan di tangan serta kumis, bolehkah ?

Pertanyaan:
Apakah boleh mencabut bulu di kaki dan di tangan serta kumis?

Jawab:

Tidak diperbolehkan mencabut bulu di kaki dan di tangan karena di khawatirkan termasuk mengubah ciptaan Allah.
Yang di sunnahkan adalah mencabut bulu ketiak.

Adapun kumis yang di sunnahkan adalah memotongnya bukan mencabut.

Majalah Qudwah hal 91
       Edisi 32 Vol.03 2015

◑◐◑◐◑◐◑◐◑◐◑◐◑◐◑◐

ⓚⓘⓣⓐⓢⓐⓣⓤ___________
Join Channel Telegram:
http://bit.ly/KajianIslamTemanggung

Untuk faedah lain kunjungi:
www.Tashfiyah.com
www.Serambiharamain.com

BOLEHKAH SHALAT 'ISYA LEPAS TENGAH MALAM ?

Pertanyaan:

Apakah mungkin untuk mengakhirkan shalat 'Isya untuk dilakukan setelah tengah malam lebih sedikit, misalnya jam 2 pagi ?

Jawab:

Waktu shalat 'Isya lamanya sampai tengah malam.

Dan waktu tersebut adalah waktu boleh memilih.

Adapun setelah waktu ini hingga terbitnya fajar, waktu tersebut adalah waktu darurat.

  Tidak boleh mengakhirkan hingga pada waktu tersebut, sebagaimana tidak boleh mengakhirkan shalat Ashar hingga matahari menguning [di sore hari, ed.].

Namun, jika seseorang muslim mengundurkan shalatnya hingga waktu tersebut karena adanya alasan syar’i, sah shalatnya pada waktu darurat. Wajib baginya untuk bertobat dari pengunduran waktu shalat ini kepada ALLAH jika tidak ada alasan syar’i.

Wa billahit taufiq, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa alihi wa shahbihi wa sallam.

[Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, diketuai Syaikh Abdul Aziz bin Baz  rahimahullah]

◑◐◑◐◑◐◑◐◑◐◑◐◑◐◑◐

  www.tashfiyah.com

WA KITASATU

Join Channel Telegram:
http://bit.ly/KajianIslamTemanggung

Untuk faedah lain kunjungi:

www.Tashfiyah.com
www.Serambiharamain.com

Hukum menghadap qiblat ketika buang hajat

Al 'Allamah Al Muhaddits Al Albani rahimahullah

☑  Apabila meludah ke arah qiblat di dalam ruangan saja hukumnya haram,  bukankah BAK & BAB menghadap ke arah qiblat lebih diharamkan lagi ?! Maka ambilah hal itu sebagai pelajaran wahai orang-orang yang mempunyai pandangan !

Sumber : Tamamul Minnah 1/60

•→→→※←←←•

حكم استقبال القبله أثناء قضاء الحاجة؟

للشيخ العلامة المحدث الألباني رحمه الله

إذا كان البصق تجاه القبلة في البنيان منهيا عنه محرما ، أفلا يكون البول والغائط تجاهها محرما من باب أولى؟ ! فاعتبروا يا أولي الأبصار!

◑◐◑◐◑◐◑◐◑◐◑◐◑◐◑◐

Alih bahasa Tim KITasatu

WA KITASATU________________
Join Channel Telegram:
http://bit.ly/KajianIslamTemanggung

Untuk faedah lain kunjungi:
www.Tashfiyah.com
www.Serambiharamain.com

KENAPA MELUDAH KE ARAH KIBLAT DI LARANG ?

Rasulullah menjelaskan dalam hadits beliau:

مَنْ تَفَلَ تُجَاهَ الْقِبْلَةِ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تَفْلُهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ

“Siapa yang meludah ke arah kiblat, ia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan ludahnya di antara kedua matanya.”

[H.R. Abu Dawud dari shahabat Hudzaifah bin Al Yaman oleh Syaikh Al-Albani dalam Ash Shahihah].

Hadits yang semakna, Rasulullah bersabda yang artinya, “Orang yang membuang dahak ke arah kiblat, akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan dahaknya di wajahnya.”

[H.R. Ibnu Hibban dari shahabat Abdullah bin Umar dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ash Shahihah].

Syabab KITasatu

◆◈◇◆◈◇◆◈◇◆◈◇◆◈◇

WA KITASATU________________
Join Channel Telegram:
http://bit.ly/KajianIslamTemanggung

Untuk faedah lain kunjungi:
www.Tashfiyah.com
www.Serambiharamain.com

SILSILAH PERMASALAHAN SHALAT

FATWA  Asy Syaikh Al Utsaimin rahimahullah ta'ala

PENANYA: Apabila seseorang berwudhu & setelah wudhu menemukan perban sebesar kuku  pada tangan atau kakinya. Dia memastikan bahwa air tidak bisa sampai ke kulitnya (karena terhalang perban tersebut, pent) baik sebelum shalat atau sedudahnya. Bagaimana hukumnya?

Jawaban : Jika dia yakin bahwa perban itu ada sebelum wudhu, maka wudhunya tidak sah. Hal ini berdasarkan firman Allah ta'ala (Wahai orang-orang yang beriman jika kalian hendak shalat, maka cucilah wajah dan tangan kalian sampai siku. Dan usaplah kepala kalian & (cucilah) kaki kalian sampai kedua mata kaki). QS. Al Maidah : 6.
♻ Padahal apa yang berada di bawah perban tersebut tidak tercuci sehingga wudhunya tidak sah.

Adapun jika dia ragu apakah hal ini terjadi sebelum wudhu atau setelahnya, maka wudhunya tetap sah & tidak harus mengulanginya. Karena hukum asalnya, benda (perban) tersebut tidak ada.

☑ Penanya : Apakah dia harus mengulangi shalatnya? Syaikh menjawab : Jika dia yakin bahwa perban itu ada sebelum wudhu, maka dia buang lalu berwudhu & mengulangi shalatnya.

Sumber : Liqo Al Bab Al Maftuh (97).

  →→••◈••←←

السؤال:

إذا توضأ الإنسان ثم وجد بعد الوضوء أن على يده أو رجله لاصق بمقدار الظفر بحيث أنه يجزم أن الماء لم يصل سواء قبل الصلاة أو بعد الصلاة، فما الحكم؟

الجواب:

الشيخ: إذا تيقن أن هذا اللاصق كان قبل الوضوء فوضوؤه لم يصح; لقول الله تعالى: ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُؤُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ﴾[المائدة:6] وما تحت هذا اللاصق لم يغسل، فيكون وضوؤه غير صحيح، وأما إذا أشكل عليه هل حصل هذا قبل الوضوء أو بعده فوضوؤه صحيح ولا تلزمه الإعادة؛ لأن الأصل عدم وجوده.

السائل: وهل يعيد الصلاة؟
الشيخ: إذا كان قد تيقن أنه قبل الوضوء فإنه يزيله ويتوضأ ويعيد الصلاة.

المصدر: لقاء الباب المفتوح [97]

●••●••●••●••●••●••●••●••●••●

✍Alih bahasa: Tim KITasatu

WA KITASATU________________
Join Channel Telegram:
http://bit.ly/KajianIslamTemanggung

Untuk faedah lain kunjungi:
www.Tashfiyah.com
www.Serambiharamain.com

Hukum berta'ziyah ke orang kafir

Asy Syaikh Al Allamah Muhammad  Ali Farkus Hafidzahullahu ta'ala

Boleh berta'ziyah ke orang kafir berdasarkan riwayat yang dinukilkan dari sebagian salaf bahwa ia berta'ziyah ke seorang Nasrani lalu mengatakan, 'Kamu wajib bertakwa kepada Allah & Sabar.' Dan dinukilkan dari Al Hasan bahwa ia berkata, 'Jika kamu berta'ziyah ke kafir dzimmi maka katakanlah : semoga kamu mendapat kebaikan.

Diriwayatkan pula dari Ishaq bahwa ia berkata ketika berta'ziyah ke orang musyrik : '(semoga) Allah memperbanyak harta & anakmu.' Hal ini khusus berlaku untuk kafir dzimmi, muahad & mustakmin. Bukan untuk kafir harbi.

Hal ini masuk dalam keumuman perintah untuk berbuat baik & adil terhadap mereka. Sebagaimana dalam ayatNya (Allah tiada melarang kalian untuk berbuat baik & berlaku adil terhadap orang-orang tidak memerangimu karena agama. Dan tidak pula mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil) QS. Al Mumtahanah : 8.

•→→→※←←←•

في حكم تعزية الكافر
فتاوى الجنائز
للعلامة الشيخ أبي عبد المعز محمد علي #فركوس
____________
الــســـؤال

هل يجوز تعزية الكافر؟

الـــجــواب

الحمد لله ربِّ العالمين، والصلاة والسلام على من أرسله الله رحمةً للعالمين، وعلى آله وصحبه وإخوانه إلى يوم الدين، أمَّا بعد:
فتجوز تعزية الكفَّار بما نُقل عن بعض السلف أنه عزَّى نصرانيًّا فقال: «عليك بتقوى الله والصبر»، ونُقل عن الحسن قال: «إذا عزَّيتَ الذمِّيَّ فقل: لا يصيبك إلاَّ خيرٌ»، وعن إسحاق أنه كان يقول في تعزية المشرك: «أكثر اللهُ مالَك وولدك»(١)، ولعلَّ ذلك خاصٌّ بالذمِّيِّ والمعاهد والمستأمن دون المحارب، ويدخل ذلك في عموم الأمر ببرِّهم والعدل فيهم في قوله تعالى: ﴿لاَ يَنْهَاكُمُ اللهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللهَ يُحِبُّ المُقْسِطِينَ﴾ [الممتحنة: ٨].
والعلم عند الله تعالى، وآخر دعوانا أن الحمد لله ربِّ العالمين، وصلَّى الله على محمَّدٍ وعلى آله وصحبه وسلَّم تسليمًا.
الجزائر في: ٣٠ جمادى الثانية ١٤٢٦ﻫ
الموافق ﻟ: ٥ أوت ٢٠٠٥م

◑◐◑◐◑◐◑◐◑◐◑◐◑◐◑◐

✍ Alih bahasa Tim KITasatu

WA KITASATU________________
Join Channel Telegram:
http://bit.ly/KajianIslamTemanggung

Untuk faedah lain kunjungi:
www.Tashfiyah.com
www.Serambiharamain.com

Adakah surat-surat tertentu yang dibaca ketika shalat gerhana

Jawaban Syaikh Al Utsaimin:
Dalam shalat gerhana tidak disyariatkan untuk membaca surat tertentu. Namun disyariatkan untuk memperpanjang bacaan.

Namun seandainya seseorang membaca surat yang mengandung peringatan yang banyak, maka momennya sangat tepat. Sehingga sebagian guru kami berpendapat disunahkannya membaca surat Al-Isra.

Karena di dalam surat tersebut terdapat beberapa ayat yang selaras (dengan peristiwa gerhana). Di antaranya adalah firman Allah yang artinya : Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan kepadamu tanda-tanda kekuasaan Kami, melainkan tanda² itu telah didustakan oleh orang-orang terdahulu. Dan kami berikan kepada Tsamud unta betina itu sebagai mu'jizat yang bisa dilihat. Tapi mereka menganiaya unta betina itu. Dan Kami tidak memberikan tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti. QS. Al-Isra : 59.

Referensi : Liqa Al Bab Al Maftuh 15.

→→••◈••←←

هل هناك سور معينة تقرأ في صلاة الكسوف؟

الجواب:

صلاة الكسوف لا يشرع فيها قراءة سورة معينة، بل المشروع فيها الإطالة، لكن لو أتى مثلاً بسورة فيها مواعظ كثيرة، فالوقت مناسب، وكان بعض مشايخنا يستحب أن يقرأ سورة الإسراء؛ لأن فيها آيات مناسبة، منها قوله -تعالى-:﴿وَمَا مَنَعَنَا أَنْ نُرْسِلَ بِالْآياتِ إِلَّا أَنْ كَذَّبَ بِهَا الْأَوَّلُونَ وَآتَيْنَا ثَمُودَ النَّاقَةَ مُبْصِرَةً فَظَلَمُوا بِهَا وَمَا نُرْسِلُ بِالْآياتِ إِلَّا تَخْوِيفاً﴾ [الإسراء:59].

المصدر: لقاء الباب المفتوح [15]

●••●••●••●••●••●••●••●••●••●

✍Alih bahasa: Tim KITasatu

WA KITASATU________________
Join Channel Telegram:
http://bit.ly/KajianIslamTemanggung

Untuk faedah lain kunjungi:
www.Tashfiyah.com
www.Serambiharamain.com

HUKUM MEMINTA RUQYAH

Fadhilatus Syaikh Al Utsaimin rahimahullah,

" Adapun meminta ruqyah, maka lebih utama ditinggalkan. Namun andaikan ada seseorang yang datang lalu membacakan ruqyah kepadamu & engkau tidak menolaknya, maka hal ini tidak menghalanginya untuk masuk dalam hadis tersebut (70 ribu orang yang masuk surga tanpa hisab & azab). Karena engkau tidak meminta ruqyah.

Demikian halnya apabila engkau meruqyah saudaramu, berarti engkau telah berbuat baik kepada saudaramu. Engkau pun tidak keluar dengan ruqyah ini dari sifat 70 ribu orang tersebut."

Sumber : Liqa Al Bab Al Maftuh 55

          →→••◈••←←

   " وأما الاسترقاء، فإن الأفضل تركه، لكن لو أنّ أحداً من الناس هو الذي تقدم، وقرأ عليك، ولم تمنعه، فإن هذا لا يمنع من دخول الإنسان في الحديث؛ لأنك لم تطلب الرقية، وكذلك لو أنك رقيت على أخيك ،فإنك محسن إليه، ولا تخرج بهذه الرقية من صفات هؤلاء السبعين ألفاً؛ "

المصدر : لقاء الباب المفتوح [55]

●••●••●••●••●••●••●••●••●••●

✍Alih bahasa: Tim KITasatu

WA KITASATU________________
Join Channel Telegram:
http://bit.ly/KajianIslamTemanggung

Untuk faedah lain kunjungi:
www.Tashfiyah.com
www.Serambiharamain.com

Urgensi gerakan bibir dalam shalat,  membaca doa atau dzikir

Pertanyaan : Apakah wajib menggerakkan kedua bibir dalam shalat, dzikir & bacaan? Atau cukup membaca tanpa gerakan bibir?

Jawaban : Harus ada gerakan kedua bibir ketika membaca Alqur'an dalam shalat. Demikian halnya dalam bacaan dzikir2 yang wajib, seperti takbir, tahmid & tasyahud. Karena tidaklah dikatakan sebagai suatu perkataan kecuali jika  diucapkan. Dan tidak ada ucapan kecuali dengan gerakan kedua bibir & lidah.

Oleh karenanya dahulu para shahabat mengetahui bacaan Nabi shallallahu alaihi wa sallam dari gerakan jenggot beliau.

Namun para ulama berbeda pendapat apakah seseorang wajib memperdengarkan (bacaan) kepada dirinya sendiri? Atau cukup dengan pengucapan hurufnya saja?

Di antara mereka ada yang berpendapat harus ada suara untuk diperdengarkan kepada dirinya sendiri. Sebagian ulama yang lain menyatakan sudah cukup jika dia menampakkan hurufnya saja (tanpa suara,pen) & inilah pendapat yang benar.

Referensi : Liqo al bab al maftuh (20)

>><<<
السؤال:

هل يلزم تحريك الشفتين في الصلاة والأذكار والقراءة؟ أم يكفي أن يقرأ بدون تحريك الشفتين؟

الجواب:

لا بد من تحريك الشفتين في قراءة القرآن في الصلاة، وكذلك في قراءة الأذكار الواجبة، كالتكبير والتسبيح والتحميد والتشهد؛ لأنه لا يسمى قولاً إلا ما كان منطوقاً به، ولا نطق إلا بتحريك الشفتين واللسان، ولهذا كان الصحابة -رضي الله عنهم- يعلمون قراءة النبي -صلى الله عليه وسلم- باضطراب لحيته -أي: بتحركها-.

ولكن اختلف العلماء هل يجب أن يُسمع نفسه؟ أم يكتفي بنطق الحروف؟ فمنهم من قال: لا بد أن يسمع نفسه، أي: لا بد أن يكون له صوت يسمعه هو بنفسه، ومنهم من قال: يكفي إذا أظهر الحروف، وهذا هو الصحيح.

المصدر: لقاء الباب المفتوح [20]

◑◐◑◐◑◐◑◐◑◐◑◐◑◐◑◐

Ustadz Abu Hafiy Abdulloh

WA KITASATU________________
Join Channel Telegram:
http://bit.ly/KajianIslamTemanggung

Untuk faedah lain kunjungi:
www.Tashfiyah.com
www.Serambiharamain.com

Jangan engkau jadikan khutbah jum'at sebagai pengantar tidur

Diriwayatkan dari Ibnu Aun dari Ibnu Sirin bahwa beliau berkata,

"Mereka (para shahabat) membenci tidur ketika imam sedang berkhutbah.

Mereka mencelanya dengan celaan yang keras." Ibnu Aun berkisah, "Kemudian setelahnya aku bertemu lagi dengan Ibnu Sirin. Beliau pun bertanya,

'Tahukah kamu apa komentar para shahabat tentang perbuatan tersebut? Para shahabat menyatakan bahwa para pelakunya seperti sebuah pasukan perang yang gagal (tidak mendapatkan ghanimah sama sekali)."

Sumber : Tafsir Al-Qurthubi 18/117.

➖➖➖➖➖➖➖

جواهر من أقوال السلف

عن ابن عون عن ابن سيرين قال : كانوا يكرهون النوم والإمام يخطب ويقولون فيه قولا شديدا. قال ابن عون : ثم لقيني بعد ذلك فقال : تدري ما يقولون؟ قال يقولون : مثلهم كمثل سرية أخفقوا.

المصدر : تفسير القرطبي ١٨/١١٧

◑◐◑◐◑◐◑◐◑◐◑◐◑◐◑◐

Ustadz Abu Hafiy Abdulloh

WA KITASATU________________
Join Channel Telegram:
http://bit.ly/KajianIslamTemanggung

Untuk faedah lain kunjungi:
www.Tashfiyah.com
www.Serambiharamain.com

Sudah benarkah niatan anda dalam menghadiri majelis ilmu ?

Apabila engkau menghadiri sebuah majelis ilmu, maka jangan jadikan kehadiranmu itu melainkan kehadiran ORANG YANG INGIN MENAMBAH ILMU DAN PAHALA.

Bukan kehadiran orang merasa cukup dengan ilmu yang ada pada dirimu untuk mencari-cari ketergelinciran yang akan engkau sebarkan atau kekeliruan yang akan engkau jelek-jelekkan.

Yang demikian ini adalah perbuatan orang-orang rendahan yang tiada akan pernah beruntung dalam ilmu untuk selama-lamanya.

Jika engkau menghadirinya dengan niatan yang benar tersebut, maka engkau telah mendapatkan kebaikan betapa pun keadaannya.

Namun jika engkau menghadirinya bukan dengan niatan itu, maka diamnya engkau di rumah lebih nyaman bagi tubuhmu, lebih terhormat untuk akhlakmu & lebih selamat untuk agamamu.

Mudawatun Nufus 92. Karya Ibnu Hazm

إصلاح النية في حضور مجالس العلم - إصلاح النية في حضور مجالس العلم

«إِذا حضرت مجْلِس علم فَلا يكن حضورك إِلا حُضُور مستزيدٍ علمًا وَأَجرًا، لا حُضُور مستغنٍ بِمَا عنْدك طَالبًا عَثْرَة تشيعها أَو غَرِيبَةً تشنِّعها، فَهَذِهِ أَفعَال الأرذال الَّذين لا يفلحون فِي الْعلم أبدًا، فَإِذا حضرتها على هَذِه النِّيَّة فقد حصَّلت خيرًا على كلِّ حَالٍ، وَإِن لم تحضرها على هَذِه النِّيَّة فجلوسك فِي مَنْزِلك أروح لبدنك وَأكْرم لخُلُقك وَأسلم لدينك».

[«مداواة النفوس» لابن حزم (٩٢)]

◎○◎○◎○◎○◎○◎○◎○◎○◎○◎○

Ustadz Abu Hafiy Abdulloh

WA KITASATU

Join Channel kami di:

http://bit.ly/KajianIslamTemanggung

Hukum tidur setelah Ashar

Pertanyaan : Saya mendengar dari sebagian orang tentang diharamkannya tidur setelah Ashar. Apakah hal itu benar?

Jawaban : Tidur setelah Ashar adalah kebiasaan yang dilakukan oleh sebagian orang. Yang demikian itu tidak masalah karena hadis-hadis tentang larangan tidur setelah Ashar tidak shahih.

Sumber : Fatwa Lajnah Daimah nomor 17915
➖➖➖➖➖➖➖
س : سمعت من أناس تحريم النوم بعد العصر، هل ذلك صحيح ؟

ج : النوم بعد العصر من العادات التي يعتاد الناس، ولا بأس بذلك، والأحاديث التي في النهي عن النوم بعد العصر ليست بصحيحة

المصدر : فتاوى اللجنة الدائمة رقم ١٧٩١٥

◎○◎○◎○◎○◎○◎○◎○◎○◎○◎○

Ustadz Abu Hafiy Abdulloh

WA KITASATU________________
Join Channel Telegram:
http://bit.ly/KajianIslamTemanggung

Untuk faedah lain kunjungi:
www.Tashfiyah.com
www.Serambiharamain.com

Muhadhoroh ilmiah ahlusunnah kota Sumpiuh kamis 15 November 2018, bersama Al-Ustadz Qomar Su'aidi ZA, Lc hafizhahullah dengan tema "menjaga kemuliaan dakwah salafiyah"

بسم الله الر حمن الرحيم

Alhamdulillah.. Dengan mengharap ridho Alloh تعالى

Hadirilah Muhadharah Ilmiah Ahlussunnah Wal Jama'ah-Kota Sumpiuh

إن شاء الله تعالى

Tema:

"MENJAGA KEMULIAAN DAKWAH SALAFIYAH"

Hari/tanggal: KAMIS 7 Rabiul Awwal 1440 H/ 15 November 2018 M

Waktu: Pukul: 10.00 wib s/d dhuhur

Bersama:

AL USTADZ Qomar Suaidi ZA Lc Hafizhahullah

( Pengasuh Ma'had Darul Atsar Kedu Temanggung & Redaktur Majalah Asy Syari'ah)

Masjid Al Furqon , Ma'had Al ittiba' rt 04/rw 01 Dukuh Kebokura Sumpiuh Banyumas

UMUM
[ MUSLIM & MUSLIMAH ]

•••••••••••••••••
Penyelenggara:
Majlis Ta'lim Ittiba'us Salaf

https://t.me/ittibaussalafsumpiuh
Di dukung oleh RII (Radio Islam Indonesia)
Radio RIS Radio.ittibaussalaf.sumpiuh
https://t.me/radioittibaussalafsumpiuh
http://radio.ittibaussalaf.com:9550/stream
www.ittibaussalaf.com

Informasi:
▶Pak Giri Waluyo
     Hp:085324356324
▶Abu Firdaus
     Hp:082138307430
•••••••••••••••••••••••••••••••
Meniti Jejak Salafus Shaleh
*Majmu'ah Ittiba'us Salaf*

TIDAK DIDAPATKAN LANDASAN HUKUM SYAR'I YANG MEMBOLEHKAN PERAYAAN MAULID

al-Imam asy-Syaukani rahimahullah,

"Tentang Maulid, aku tidak mendapati sampai sekarang ada satu dalil pun yang menunjukkan kepastiannya, baik dari al-Qur'an, Sunnah Nabi, Ijma', maupun Qiyas, tidak pula pendalilan.

Bahkan kaum muslimin sepakat bahwa maulid TIDAK ADA pada masa generasi terbaik (generasi shahabat), tidak pula pada masa generasi setelahnya, tidak pula pada generasi setelahnya lagi."

al-Fath ar-Rabbani 2/1088

▪️️ قال الإمَامُ الشَّوكَانِي  - رَحِمهُ اللَّه - :

المَولِد لَم أجِدُّ إلى الآن دَلِيلاً يَدُلُ عَلَى ثُبوتِهِ
مِنَ كِتَابٍ ، ولا سُنَّةٍ ، ولا إجمَاعٍ ، ولا قِيَّاسٍ ، ولا إستِدلَالٍ ، بَل أجمَعَ المُسلِمُون أنَّهُ لَم يُوجَد فِي عَصرِ خَير القُرونِ ، ولا الَّذِينَ يَلونَهُم ، ولا الَّذِينَ يَلونَهُم .

الفَتحُ الرَبَّانِي  : (٢ / ١٠٨٨)

•••••••••••••••••••••
Majmu'ah Manhajul Anbiya
▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~

NASIHAT BAGI YANG MENJADIKAN MUROTTAL/ ADZAN SEBAGAI NADA DERING

Berkata Syaikh Shalih al Fauzan hafidzahullah :

Dzikir tidak boleh dijadikan sebagai nada dering di handphone. Dzikir di sini mencakup al-Quran, hadits, takbir atau adzan.

Jangan dijadikan sebagai nada dering di hp dan tidak boleh pula dijadikan sebagai nada dering panggilan. Karena di dalamnya ada unsur penghinaaan terhadap dzikir kepada ALLAH 'azza wa jalla.

Sumber :
Taujihat liljundiy al-Muslim 23

‏صالح الفوزان حفظه الله:

الذكر لا يجعل نغمة للجوال
الذكر: قرآن أو حديث أو تكبير أو أذان
لا يجعل نغمة الجوال، ولا يجعل منبهًا على المكالمة لأن هذا فيه إهانة لذكر الله عز وجل

توجيهات للجندي المسلم 23

_________________

✍WhatsApp
Ⓚ①ⓉⒶⓈⒶⓉⓊ
Bagi-bagi faedah ilmiahnya....ayo segera  bergabung
Join Channel Ⓚ①Ⓣ
https://t.me/KajianIslamTemanggung

Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ]  Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈

Sunnah Yang Ditinggalkan Dengan Sebab Diadakannya Maulid Nabi

Asy Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahulloh

Asy Syaikh : Ya
Penanya     : Wahai Syaikh, semoga Alloh memberikan pahala kepada Anda, Anda pernah menyebutkan bahwasanya tidaklah diadakan suatu kebid'ahan melainkan akan ditinggalkan sunnah yang semisalnya -perkataan salaf-.
Asy Syaikh  : Iya
Penanya      : Maka sunnah yang mana yang ditinggalkan dengan sebab diadakannya bid'ah acara maulid nabi?
Asy Syaikh  : Iya, sunnah yang ditinggalkan (ketika diadakan bid'ah maulid nabi) adalah (sunnahnya) meninggalkan bid'ah maulid nabi, (sunnahnya) meninggalkan kebid'ahan ini.
Karena sunnah bisa dengan meninggalkan (suatu perbuatan) atau dengan melakukan (suatu perbuatan).
Rosul ﷺ ketika meninggalkan suatu perbuatan padahal sebab (untuk melakukan perbuatan tersebut itu) ada, maka meninggalkannya adalah sunnah, engkau paham?
Apabila Rosul ﷺ meninggalkan sesuatu
padahal ada sebab untuk melakukannya akan tetapi kemudian Rosul ﷺ tidak melakukannya maka meninggalkannya adalah sunnah.
Di sini kami katakan : kalian telah mengada-adakan satu kebid'ahan dan kalian (berarti) telah meninggalkan satu sunnah.
Dan sunnah (yang ditinggalkan) di sini adalah adalah meninggalkan kebid'ahan tersebut.

Liqooul Baabil Maftuuh 10/210

Unduh suaranya di sini ⬇️:
http://binothaimeen.net/upload/ftawamp3/od_210_10.mp3

●═══════ ۩۩۩ ════════●

Gabung channel kami di sini ⁦⬇️⁩

https://t.me/salafykarangmakmur